Issue GANTI BUPATI TAKALAR Makin Marak Di Media Sosial

17 Juni 2018 19:29

Takalar,RADARSULSEL.COM – Baru hampir 7 bulan menjabat sebagai bupati Takalar, Syamsari Kitta sudah mendapat serangan dan cibiran diberbagai media sosial yang ada di Takalar. Berawal dari grup media sosial Facebook Kabar Takalar, akun bernama Aristo Safar mengunggah postingan berjudul “Ganti Bupati Takalar” Sudah Saatnya Katakan Tidak Untuk Bupati Takalar Syamsari Kitta.

Dalam postingan tersebut Safar menjelaskan berbagai macam persoalan yang terjadi di Takalar yang diduga sebagai bentuk ketidakbecusan seorang Bupati dalam memimpin kabupaten ini. Sejak dilantik, SK sapaan Syamsari dinilai tidak mampu melakukan akselerasi pembangunan sebagai bagian dari realisasi janji-janjinya, “Kita di Takalar ini setiap hari hanya disuguhkan oleh persoalan-persoalan di lapisan masyarakat. Pemerintah membuat kebijakan yang berujung pro kontra, namun kebijakannya dominan mengarah pada kerusuhan dan keresahan hidup masyarakat Takalar” Jelas Safar yang juga aktifis pemuda ini.

Ditambahkannya bahwa, dalam kurun 7 bulan awal pemerintahannya, Syamsari banyak melakukan kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat dan justru membebani masyarakat Takalar diberbagai sendi-sendi kehidupan, “Coba kita liat, diawal pemerintahannya Ribuan tenaga honorer dibebagai OPD dipecat dengan pertimbangan efisiensi kerja ASN yang ada, sekarang malah OPD kembali dipenuhi honorer baru. Mereka dimasukkan secara sembunyi-sembunyi. Belum lagi desa-desa di intervensi untuk penggunaan dananya. Pencairan tidak bisa dilakukan ketika Sapi, Modal usaha, Kader, Mobil Sampah dan lain-lainnya tidak dicantumkan dalam APBDesa. Sedangkan desa itu adalah bagian terkecil dalam tatanan pemerintahan yang memiliki hak otonom dalam pengelolaan keuangan desa mereka sendiri. Parahnya banyak desa yang program tersebut tidak tercantum dalam RPJMDes nya. Ini sama saja menjebak kades-kades ke persoalan hukum kedepan” Urai Safar.

Selain itu, digambarkannya pula 22 program bupati atau yang lebih dikenal dengan P22, yang hingga hari ini belum ada yang terealisasi “dalihnya pasti RPJMD belum kelar, terlepas dari pada itu kami akan terus menagih dan menagih janji itu, dan sampai hari ini saya menganggap bahwa Bupati Takalar harus diganti, tentu saja melalui mekanisme perundang-undangan yang berlaku. Semoga kedepannya DPRD bersama rakyat bisa mengakumulasi dosa-dosa yang ada untuk dilakukan pemakzulan” Tutup Safar.

Ada banyak komentar dukungan terkait postingan tersebut, salah satu akaun bernama Dhandi Choy “Saya adalah pendukung SK untuk 4 kali masa pemilihan, mulai dari menjadi Calon Wakil Bupati, Calon Bupati, Caleg DPRD Provinsi dan Caleg DPR RI. Namun kita harus melihat postingan safar sebagai bagian dari intropeksi diri pak bupati. Sudah seharusnya beliau menggenjot dan mengakselerasi pembangunan yang ada. 3 tahun P22 tidak terealisasi, beliau harus mundur” Ungkap Dandi