Polres Takalar Diminta Tindak Tegas Pelaku Pengrusakan Rumah di Galesong Utara

20 Juni 2018 20:38

Galesong,RADARSULSEL,COM – Belasan orang secara bersama-sama melakukan tindakan pengrusakan rumah seorang warga di Kampung Pandanga, Desa Aeng Batu-Batu, Kec.Galesong Utara. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.00, Senin (18/6/2018).

Perbuatan tersebut dilakukan terhadap rumah korban bernama Dahlan Dg Sirua. Korban saat ini menjalani perawatan jiwa di RSUD.Dadi. Sedangkan saat kejadian pengrusakan rumah, istri dan 4 orang anak-anak korban sedang berada didalam rumah. Kejadian tersebut meninggalkan trauma dan kesedihan di hati keluarga.

“Kami sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Kenapa rumahnya dibongkar sedangkan ada istri dan anak-anaknya disana tinggal. Kami keberatan dan sudah melaporkannya ke pihak kepolisian. Kami berharap semua pelaku pengrusakan ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal. Pihak keluarga akan terus mengawal persoalan ini” Ungkap Abidin Dg Kulle yang juga salah satu keluarga korban.

Atas perbuatan tersebut, 11 orang dilaporkan kepihak berwajib. Mereka antara lain Sainuddin Sija, H.Haris Duni, Sulaeman Tola, H.Baco Eppe, H.Hakim Lewa,Irsandi Lulung, Dg Rewa, Dg Rate, Sampara, Herman dan Rizal Coppang.

Beberapa orang saksi telah memberikan keterangan dipihak kepolisian. Diantaranya Titin Dg Nurung, Nursia Dg Ngasseng, dan Isya Dg Sanga

“Kami melihat secara langsung pengrusakan rumah tersebut. Para pelaku menggunakan berbagai alat untuk membongkar rumah tersebut. Sekarang kondisinya rata dengan tanah dan puing-puing bangunan disimpan berserakan dipinggir jalan” Jelas Titin Dg Nurung

Selain itu saksi lain menuturkan bahwa ada beberapa orang yang coba mengingatkan Sainuddin Sija dkk untuk menghentikan perbuatannya namun mereka tidak bergeming dan tetap melanjutkan aksinya. “Kami sangat kasihan dengan keluarga korban. Sudah ada yang ingatkan namun mereka tetap lanjut. Saya menyaksikan sendiri kejadian tersebut bersama beberapa warga yang lain” Kata Nursia Dg Ngasseng yang juga salah satu tetangga korban

Sementara itu, Kepala Desa Aeng Batu-Batu Wahyudin Mapparenta setelah dikonfirmasi menyampaikan ungkapan penyesalan atas tindakan semena-mena tersebut, “Keluarga pelaku sudah pernah datang ke saya dan saya sampaikan untuk tidak melakukan tindakan Pembokaran rumah ketika tidak ada persetujuan dari keluarga dekat korban seperti saudara atau istrinya dan itu dituangkan dalam bentuk surat pernyataan kesiapan bertanggungjawab. Sangat disayangkan karena tidak ada persetujuan dari keluarga korban namun para pelaku tetap melakukan aksinya” Ungkap Wawan yang juga Ketua DPC APDESI Takalar (*)